Kang Google

Google

Wednesday, February 13, 2008

VALENTINE, SESUAIKAH DENGAN BUDAYA INDONESIA

hari valentine atau hari kasih sayang akan segera tiba, banyak para remaja yang telah merencakan sebuah kegiatan untuk menyambut hari tersebut. tak kalah sibuknya adalah mall-mall dan pusat perbelanjaan, mereka sibuk membuat paket valentine untuk menarik minat pengunjung.


berjuta orang di dunia mungkin akan merayakan hari yang disebut sebagai hari kasih sayang tersebut, termasuk juga di indonesia, tetapi, sebuah pertanyaan muncul dalam hati saya, pantas dan sesuiakah hal itu dengan budaya bangsa indonesia???

hari valentine atau hari kasih sayang, sering di rayakan oleh sebagian remaja dengan menunjukkan kasih sayang kepada seseorang dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memberikan coklat kepada orang yang dikasihi. tetapi banyak yang merayakan kasih sayang tersebut denga cara yang salah. alih-alih merayakan valentine, banyak yang melaksanakannya dengan melakukan seks, sebagai bukti dan cara untuk menunjukkan kasih sayangnya. fenomena ini bukanlah sebuah isapan jempol semata, tetapi hal ini banyak terjadi pada remaja indonesia. lalu, apa sebenarnya makna kasih sayang itu???itulah hal yang perlu kita perhatikan, kasih sayang bukanlah dengan melakukan hubungan seksual, kasih sayang tidak hanya di tunjukkan sekali dalam setahun, kasih sayang, tidak harus di berikan kepada lawan jenis.

lalu, apa sebenarnya valentine itu, berikut ini mungkin bisa menjadi pengetahuan bagi kita semua, tentang makna valentine yang sebenarnya.

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:

* seorang pastur di Roma
* seorang uskup Interamna (modern Terni)
* seorang martir di provinsi Romawi Africa.

Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

pada awal mulanya, tradisi valentine hanya terdapat di negara barat, seiring perjalanan waktu, maka tradisi valentine merambah sampai ke negara-negara asia.

Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasium TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

so, setelah mengetahui apa dan bagaimana valentine itu, masihkah kita akan mengagungkannya ?? tentunya itu semua tergantung dari pemahaman kita, tentang apa dan bagaimana valentine itu.

(referensi : http://id.wikipedia.org dan beberapa sumber lain)

baca selengkapnya »»

Saturday, February 9, 2008

hotspot, tepatkah di terapkan di solo

Pemkot Solo akan membuka fasilitas hotspot di beberapa titik di solo, tepatkah program itu di terapkan........


Hotspot
(Wi-Fi) adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi Wireless LAN pada lokasi-lokasi publik seperti taman, perpustakaan, restoran ataupun bandara. Pertama kali digagas tahun 1993 oleh Brett Steward. Dengan pemanfaatan teknologi ini, individu dapat mengakses jaringan seperti internet melalui komputer atau laptop yang mereka miliki di lokasi-lokasi dimana hotspot disediakan.(wikipedia)
beberapa titik hotspot akan di pasang di kota solo, setidaknya ada 13 titik yang akan di pasang di sekitar Jl. Slamet Riyadi dan tempat-tempat lainnya, seperti di balekambang dan beberapa tempat lainnya. program ini akan diluncurkan bulan mei 2008 sebagai pendukung program citywalk, dan saat ini sedang di garap beberapa fasilitas pendukungnya.
mungkin ini adalah sebuah program yang baik untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi perlu di pikirkan cara untuk membatasi browsing pengguna.
internet, merupakan sebuah fasilitas yang banyak sekali manfaatnya, tetapi juga banyak sekali hal yang buruk di internet, untuk itu perlu di awasi penggunaannya, agar tidak disalahgunakan dalam penggunaanya.
banyak pengetahuan yang luas dari internet, banyak pula hal-hal porno dalam internet, untuk itu perlu di sosialisasikan kepada masyarakat tentang hal ini. dan masalahnya, sudah siapkah masyarakat kota solo untuk menggunakan fasilitas ini, tentunya dengan dampak positif da negatifnya, yang klo saya mengatakan adalah sama besar, tergantung bagaimana user menggunakan dan menyikapinya.
saat ini, trend penalahgunaan internet cukup tinggi, seiring dengan besarnya respon masyarakat kepada internet, selain pornografi, masih ada lagi kejahatan-kejahatan dalam internet, misalnya penipuan, pembajakan dan lain-lain, hal ini tentunya perlu dipikirkan oleh pemkot, agar masyarakat benar-benar bisa memanfaatkan fasilitas dengan biaya yang besar ini dengan baik, bukan malah sebaliknya, masyarakat menjadi korban kejahatan di internet.
so, di perlukan sosialasi dan pengarahan yang baik dari pemkot, sebelum program itu di luncurkan, dan yang tak kalah penting, pemkot perlu menggandeng pihak lain, dalam hal pengawasan penggunaan fasilitas ini, sehingga nantinya tidak ada penyalahgunaan yang merugikan masyarakat.

baca selengkapnya »»

Friday, February 8, 2008

GTT, POTRET BURAM SEORANG GURU

sebuah judul artikel di salah satu surat kabar di solo ini, menggelitik hatiku untuk mengupasnya lebih jauh, tentunya sesuai dengan kemampuanku yang hanya sebatas GTT di sebuah SD, yang tidak bisa muluk-muluk dalam berpikir, menyusun pemikiran sederhana dalam untaian kata-kata yang indah, dan segala hal yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang mengaku akademisi. yang saya pikirkan hanyalah bagaimana saya bisa menggunakan honor yang tidak seberapa untuk kebutuhan selama 1 bulan.


yah, kebingungan memang, ketika harus membagi penghasilanku yang oleh kepala sekolah diistilahkan sebagai "uang sabun", tapi itulah jalan yang aku tempuh, yang merupakan sebuah pilihan yang keluar dari hati dan pemikiranku.
Keberadaan guru tidak tetap (GTT) saat ini menjadi salah satu persoalan pelik di dunia pendidikan kita. Hampir di setiap kabupaten/kota di Indonesia terdapat persoalan yang sama, yaitu terkait rendahnya kesejahteraan GTT dan ketidakjelasan status bagi mereka.(solopos/09-02-08). ketika saya membaca tulisan ini, aku kembali memikirkan, apa sebenarnya yang saya cari, ketika saya memutuskan untuk menjadi seorang GTT, ato bisa juga disebut guru WB, dalam beberapa menit aku terdiam, kembali membuka memory, ketika di suatu waktu aku ditawari untuk mengajar di salah satu SD yang "tidak favorit" sebagai salah satu staff pengajar, saat itu aku langsung menerima, tanpa memikirkan honor yang akan saya terima, apalagi sampai kepikiran supaya jadi PNS, karena aku hanya mengikuti naluriku, yang begitu senang dekat dengan anak-anak. tapi setelah waktu berjalan, dan aku merasakan beban hidup yang membumbung tinggi, timbul keraguan dalam hatiku, ketika mengingat honor yang tak seberapa, dan status yang nggak jelas.
tidak bisa di pungkiri, bahwa maraknya orang-orang ramai menjadi GTT, adalah harapan mereka untuk di angkat menjadi PNS, sebagaimana yang di programkan pemerintah, tetapi bagi saya itu adalah sebuah hal masih absurd.
jujur, ketika melihat guru yang PNS, timbul rasa iri dalam hati, dengan kejalasan status mereka, dan juga gaji mereka,tetapi tanggungjawab yang dipikul sama, bahkan lebih banyak tanggungjawab yang di emban oleh GTT. dengan kesejahteraan yang selalu meingkat dari tahun ke tahun, banyak PNS yang belum bisa menunjukkan etos kerja yang tinggi dalam melaksanakan kewajibannya. bahkan dengan adanya GTT, mereka berpikir ada yang menggantikan tugas-tugasnya, sehingga banyak yang seenaknya tidak masuk, ato sebelum jam kerja habis dah pulang. ketika seperti itu, lagi-lagi GTT yang jadi korban

baca selengkapnya »»

Thursday, February 7, 2008

welcome !!!

Selamat Datang !!!!
Sebuah ungkapan yang bisa saya ucapkan, kepada anda yang mengunjungi blog sederhana ini. Blog ini saya buat,


hanya untuk mencurahkan semua uneg-uneg saya, yang tidak bisa saya ungkapkan kepada orang lain, karena tidak orang lain yang peduli padaku. Semua orang terdekatku dah pergi, meinggalkan aku dalam kesendirian, terbenam dalam kesedihan, bersama pedihnya hati yang terluka.

baca selengkapnya »»